Harapan sang Petani Salak Pondoh


para penyintas dalam diamnya selalu memikirkan masa depannya, salah satunya Pak Pendi penyintas dari Pandean. Dalam curhatannya ia mengatakan, bagaimana nasib kita selanjutnya pasca merapi ini. Mata pencaharian utama mereka ialah salak pondoh dan nira. Namun akibat hembusan awan panas yang menyerang dusunnya, hampir 90 persen kebun salak dan pohon nira rusak berat. Pohon-pohon itu masih dipenuhi abu vulkanik. Menurut dia, abu ini mematikan pohon salak. Lalu dia melanjutkan ceritanya, jalan singkat untuk menyelamatkan kebun salak pondoh ini langsung memanen salaknya, meskipun rasanya tidak enak, karena belum matang dan salak itu harus cepat dijual karena ketika di panen, salak-salak itu dibersihakan dengan air untuk membersihkan abu vulkaniknya. Padahal salak itu tidak boleh kena air karena akan cepat busuk. Dan perlu diketahui pada bulan Desember sampai Januari (puncaknya) itu merupakan panen raya.

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan ialah menyelamatkan tanah dan tunas salak yang mau tumbuh (itu pun kalau tidak mati terkena abu vulkanik) dengan jalan menebang dan mencabut salak yang mati tersebut. Kenapa di tebang ? karena tunas dari pohon salak/pondoh, sudah pecah dan banyak yang kebakar ujungnya. Sehingga salak tidak mungkin menghasilkan buah lagi.

walaupun katanya abu vulkanik itu bisa menyuburkan tanah, tapi memakan proses lama. Kata dia sekitar setahun. Maka untuk mempercepat kesuburan tanah, petani salak harus mengolah tanah untuk menjadi tanah siap tanam yaitu dengan membuat lubang kemudian diberi pupuk kandang, pupuk daun-daunan untuk proses fermentasi.

setelah media tanam siap, mulai dari menanam sampai menghasilkan buah perlu membutuhkan waktu 2-3 tahun.

itulah yang dikeluhkan masyarakat petani, khususnya di lereng merapi sebelah barat (magelang).

kedepan petani salak pondoh merasa bingung untuk kelangsungan hidupnya dari pascagempa sampai panen salak tersebut. mereka membutuhkan biaya untuk kelangsungan hidupnya kurang lebih 3 tahun itu. Harapan mereka usaha baru yang bisa mereka lakukan dan cepat menghasilkan sekarang adalah beternak kambing dan ikan.

Semoga pemerintah bisa mendengarkan keluhan mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: